
Kasbon adalah pinjaman uang muka untuk karyawan yang nanti dipotong dari upah. Di DigTask, karyawan bisa mengajukan kasbon dari HP, Owner menyetujuinya di web, dan sisa kasbon terlihat jelas saat menghitung upah, jadi tidak ada catatan yang tercecer.
1. Karyawan mengajukan dari app
- Di app, karyawan membuka Akun › Kasbon, lalu Ajukan kasbon baru.
- Isi nominal, keperluan, dan cara terima (tunai atau transfer), lalu Kirim pengajuan.
- Satu karyawan hanya bisa punya satu pengajuan yang menunggu. Pengajuan masih bisa dibatalkan sebelum diputuskan.
Karyawan juga bisa memilih apakah kasbonnya mau dipotong di gajian berikutnya: tidak dipotong, sebagian, atau lunas semua. Pilihan ini hanya usulan dan mengisi form penggajian sebagai saran.
2. Menyetujui atau menolak
- Buka detail karyawan di SDM › Staf, lalu buka bagian Kasbon.
- Klik Setujui, lalu isi cara pencairan, siapa yang mencairkan, dan akun kasnya. Atau klik Tolak dan tulis catatan untuk karyawan.
Owner, atau yang diberi izin kasbon Penuh, juga bisa mencatat kasbon langsung dari web lewat Catat kasbon, misalnya untuk kasbon yang diminta secara lisan.
3. Siapa yang boleh mengurus kasbon
Owner selalu bisa. Orang lain hanya bisa kalau diberi izin oleh Owner:
- Buka Keuangan › Penggajian, tab Kasbon.
- Di panel Izin kasbon (hanya terlihat Owner), beri izin per pengguna atau per role:
- Kelola — Lihat: melihat ringkasan dan riwayat.
- Kelola — Penuh: juga menyetujui, menolak, mencatat, dan menerima notifikasi pengajuan.
- Potong di payroll: hanya melihat saldo kasbon karyawan di form penggajian.
4. Memotong kasbon dari upah
Tidak ada cicilan otomatis. Setiap kali menghitung upah, isi Kasbon dipotong di periode upah. Potongan tidak boleh lebih besar dari sisa kasbon atau dari upah periode itu. Sisa kasbon tampil di slip upah karyawan.
Kalau kasbon sudah 4 minggu tanpa potongan, DigTask memberi pengingat.


